Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Minggu, 27 Januari 2013
Indahnya Maulid Nabi
Posted by Pelajar Pagu
9:26 AM, under Renungan
| No comments
sahabatku yang dirahmati Allah.
Al kisah dijaman Khalifah Harun ar Rasyid ada seorang pemuda yang
mempunyai kelakuan buruk di kota Bashrah, penduduk kota memandang rendah
padanya, karena perilakunya itu. Hanya saja, pemuda ini mempunyai
kebiasaan unik; setiap bulan Rabi’ul Awal tiba (bulan Maulid), dia
menyambutnya dengan suka cita, membersihkan badan, memakai pakaian yang
rapi, mengadakan walimah, dan membaca kisah maulid Nabi Saw. dalam acara
itu.
Kebiasaan itu berlansung dalam waktu yang lama. Pada saat pemuda itu wafat penduduk kota mendengar suara dari angkasa; ‘wahai penduduk kota Bashrah datanglah, dan layatlah wali Allah Swt. Sebab dia memiliki kududukan terhormat disisi-Ku. Kemudian penduduk kota melayat, dan menghadiri pemakaman pemuda itu. Pada saat penduduk Bashrah tidur, mereka bermimpi melihat pemuda itu berjalan dengan gagahnya diatas hamparan kain sutra.
Kebiasaan itu berlansung dalam waktu yang lama. Pada saat pemuda itu wafat penduduk kota mendengar suara dari angkasa; ‘wahai penduduk kota Bashrah datanglah, dan layatlah wali Allah Swt. Sebab dia memiliki kududukan terhormat disisi-Ku. Kemudian penduduk kota melayat, dan menghadiri pemakaman pemuda itu. Pada saat penduduk Bashrah tidur, mereka bermimpi melihat pemuda itu berjalan dengan gagahnya diatas hamparan kain sutra.
Pemuda itu ditanya, dengan apa engkau mendapat keutamaan ini? Dia
menjawab dengan mengagungkan dan mengistimewakan hari kelahiran (maulid)
Nabi Muhammad Saw.
Dikisahkan pada masa Khalifah Abd Malik bin Marwan ada seorang pemuda
yang berwajah tampan dan berperawakan menawan di Kota Syam (syiria).
Dia mempunyai kebiasaan menunggang kuda. Suatu hari, kuda yang dia
tungganginya lari dengan kecang, dia tidak mampu menghentikan kudanya
itu.Kuda tersebut berlari kearah rumah khalifah, dan menabrak putra sang
khalifah, hingga akhirnya wafat. Kejadian itu sampai ke telinga
khalifah.
Lalu khalifah menyuruh si pemuda di datangkan kehadapannya. Ketika pemuda itu hampir tiba di hadapan khalifah dia berkata dalam hati; ‘seandainya Allah Taala menyelamatkanku dari kasus ini, aku akan menyelenggarakan walimah yang meriah dan aku akan membaca maulid Nabi Saw. pada acara itu.
Lalu khalifah menyuruh si pemuda di datangkan kehadapannya. Ketika pemuda itu hampir tiba di hadapan khalifah dia berkata dalam hati; ‘seandainya Allah Taala menyelamatkanku dari kasus ini, aku akan menyelenggarakan walimah yang meriah dan aku akan membaca maulid Nabi Saw. pada acara itu.
Setelah pemuda sampai ke hadapan khalifah, khalifah memandanginya.
Lalu khalifah tertawa setelah terbakar api amarah. Kemudian khalifah
bertanya;
‘hai pemuda kau pandai ilmu sihir ya? Tanya khalifah sambil tersenyum.
‘Tidak, demi Allah duhai Amirul mukminin’, jawab si pemuda.
Khalifah berkata: ‘Aku telah memafkanmu, tapi katakan padaku kau membaca apa?
Aku berkata dalam hati, seandainya Allah Taala menyelamatkanku dari
kejadian yang menakutkan ini, aku akan mengadakan walimah maulid Nabi
Saw., jawab sipemuda.
subhanaAllah.
semoga bermanfaat,
Sabtu, 19 Februari 2011
Mencintai Pemimipin
Posted by Pelajar Pagu
11:24 PM, under Renungan
| No comments
Kehidupan akan terasa tenteram dan damai bilamana terjadi saling memahami, menghormati, dan mencintai. Sebaliknya, kehidupan yang selalu diliputi oleh suasana saling mengejek, merendahkan, mencurigai, membidik, dan atau saling menjatuhkan, maka tidak akan melahirkan ketenteraman. Komunitas seperti tersebut terakhir sebenarnya justru menggambarkan suasana tidak sehat.
Jumat, 18 Februari 2011
Kalah Namun Tidak Bermental Kalah
Posted by Pelajar Pagu
11:09 PM, under Renungan
| No comments
Kalah atau menang dalam pertandingan olah raga adalah hal biasa. Tidak ada sesuatu yang perlu disesali. Kekalahan bisa menimpa siapa saja, dan sebaliknya juga kemenangan. Tatkala kalah dalam bertanding, tidak perlu ada pihak-pihak yang disalahkan. Kalau ada pihak-pihak yang ternyata melakukan, itupun juga hal biasa. Sudah barang tentu, kesalahan itu tidak mungkin disengaja atau sesuatu yang selalu berhasil dihindari.
Kamis, 17 Februari 2011
Pentingnya Komunikasi dan Kerjasama Dalam Sebuah Organisasi
Posted by Pelajar Pagu
8:11 AM, under Renungan
| No comments
Wahai rekan dan rekanita sekalian marilah kita sejenak berfikir mengapa banyak sekali orang berpendapat bahwa sebuah organisasi itu tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya sebuah komunikasi dan kerjasama yang baik diantara pengurus dan anggota ?? Jika boleh perkenankanlah saya untuk sedikit memberikan jawaban atas pertanyan diatas hehehe.
Sebelumnya mari kita fahami terlebih dahulu makna dari sebuah organisasi itu sendiri. Organisasi jika diartikan secara umum merupakan sekumpulan individu atau kelompok yang mempunyai tujuan bersama serta mempunyai system didalamnya guna mempermudah pencapaian tujuan yang telah ditargetkan. Jika kita fahami pengertian dari organisasi tersebut telah diketahui didalamnya banyak sekali orang atau individu yang mempunyai tujuan yang sama namun demikian mereka mempunyai latar belakang dan pemikiran yang berbeda-beda. Nah.. terus dimana letak pentingnya sebuah komunikasi dan kerjasama?
Rabu, 16 Februari 2011
Mengembangkan Kepribadian dengan Berorganisasi
Posted by Pelajar Pagu
9:05 AM, under Renungan
| No comments
Persepsi yang selama ini muncul, seorang aktivis organisai seringkali terhambat di akademiknya. Ini diperkuat dengan beberapa senior dan pelaku di organisasi yang belum menyelesaikan studinya sehingga seolah sudah menjadi tradisi kalau seorang aktivis harus mengorbankan pendidikan akademiknya.
Benarkah demikian, seorang aktivis sejati harus mengorbankan pendidikan akademiknya? Ternyata tidak, ada banyak pula orang-orang yang aktif di organisasi tapi tidak meninggalkan prestasi di akademiknya. Seorang aktivis yang akademis, mungkinkah? Sangat mungkin, hampir di setiap organisasi selalu mengajarkan kepada para anggotanya tentang manajemen waktu hingga manajemen konflik. Inilah sesungguhnya nilai lebih dari organisasi, namun banyak aktivis menggunakan rumus ini ketika mereka beraksi di organisasi saja padahal pengetahuan ini bisa dimanfaatkan tidak hanya di dunia akademik tapi juga dalam kehidupan.
Selasa, 15 Februari 2011
Rindu Kanjeng Nabi
Posted by Pelajar Pagu
8:49 PM, under Renungan
| No comments
RINDU KANJENG NABI
Oleh : Mustofa Bisri
Dimana-mana sesama saudara saling cakar berebut benar
Sambil terus berbuat kesalahan
Quran dan sabda-Mu hanyalah kendaraan
Masing-masing mereka yang berkepentingan
Aku pun meninggalkan mereka
Mencoba mencarimu dalam sepi rinduku
Aku merindukanmu ooo.... Muhammadku
Sekian banyak Abu Jalal Abu Lahab
Menitis kesekian banyak umat-Mu...
Muhammad salawat dan salam bagi-Mu
Bagaimana melawan gelombang kebodohan
Dan kegoncangan yang telah tergayakan
Bagaimana memerangi umat sendiri
Senin, 14 Februari 2011
Kebersamaan Selalu Menjadi Pintu Sukses
Posted by Pelajar Pagu
8:19 PM, under Renungan
| No comments
Wahai rekan dan rekanita yang dirahmati oleh Allah SWT amin. Kita sebagai makhluk sosial terkadang menjumpai banyak permasalahan didalam kehidupan kita. Memang benar kita sangat membutuhkan orang lain untuk bertahan hidup, tapi kadang permasalahan yang membuat kita sulit untuk memanfaatkan kedudukan kita sebagai makhluk sosial. Mengapa demikian? Karena kita sebagai makhluk sosial dan sekaligus sebagai umat Muslim sering lalai akan perintah Allah dan Suri Tauladan Nabi Muhammad SAW. Kita terlalu angkuh, sombong, merasa lebih pintar dan merasa mampu berdiri dan merasa mampu mencapai tujuan kita sendiri tanpa butuh bantuan dari orang lain.
Sabtu, 12 Februari 2011
Bagaimana Cara Mengenali Potensi Diri?
Posted by Pelajar Pagu
7:46 PM, under Renungan
| No comments
Pada dasarnya setiap manusia memiliki kekuatan dan potensi masing-masing. Tapi sampai saat ini masih banyak yang belum menyadari potensi di dalam dirinya sendiri. Padahal potensi setiap orang sangat menunjang kesuksesan hidupnya jika diasah dengan baik. Nah bagaimana rekan dan rekanita dapat mengetahui potensi yang ada pada diri kita masing-masing? Mari kita simak beberapa cara untuk mengenali potensi diri kita dibawah ini :
Kamis, 10 Februari 2011
Memilih Pemimpin
Posted by Pelajar Pagu
11:34 AM, under Renungan
| No comments
Posisi pemimpin di dalam setiap organisasi selalu dianggap strategis, tidak terkecuali di organisasi IPNU-IPPNU. Sudah banyak bukti, bahwa suatu organisasi, baru menjadi tampak dinamis dan penuh inovatif tatkala memiliki pimpinan yang kaya ide dan prakarsa. Oleh karena itu sementara orang memandang bahwa keadaan organisasi sesungguhnya merupakan cermin pimpinannya. Jika pimpinannya bagus maka anggotanya juga akan bagus. Jika terdapat organisasi yang stagnan, tidak ada perkembangan, orang menyebutnya pathok bangkrong, maka sesungguhnya hal itu disebabkan oleh faktor kepemimpinannya itu.
Minggu, 06 Februari 2011
Islam Mengajarkan Kerukunan Dan Kebersamaan
Posted by Pelajar Pagu
10:36 AM, under Renungan
| No comments
Wahai rekan dan rekanita yang senantiasa mendapatkan hidayah dan inayah dari Allah SWT. Amin. Islam sebagai agama yang kita anut ternyata banyak sekali mengajarkan kita tentang kebajikan, memberi wawasan kepada kita tentang rahasia sang Pencipta. Serta selalu mengajarkan kepada kita untuk senantiasa menjalin ukhuwah Islamiyah diantara kaum Muslim. Dalam hal ini Agama kita sangat berperan dalam mengajarkan kerukunan dan kebersamaan kepada kita semua.
Rukun ternyata sedemikian mahal harganya dan juga sedemikian indah untuk dilihat. Disebut mahal, oleh karena ternyata tidak mudah mewujudkan, apalagi di tengah-tengah masyarakat majemuk atau berbeda-beda dari berbagai latar belakang. Disebut indah, karena dari kerukunan akan tampak kasih sayang dan melahirkan kekuatan serta saling melengkapi atas kekurangan masing-masing.
Islam mengajarkan tentang kerukunan. Antar sesama diajarkan agar saling bertemu, mengenal atau ta'ruf. Manusia diciptakan dalam keadaan berbeda-beda, baik dari penampakan fisik, pikiran maupun jiwanya. Disebutkan bahwa manusia adalah makhluk unik. Artinya, adalah khas, atau masing-masing berbeda atas lainnya. Tidak ada dua manusia yang persis sama.
Perbedaan itu sampai pada suaranya. Masing-masing orang memiliki suara yang berbeda-beda, dan khas sifatnya. Umpama saja seseorang memiliki anak 10 jumlahnya, maka masing-masing memiliki suara berbeda-beda. Dengan perbedaan itu, maka setiap orang dapat dikenali melalui suaranya. Begitu pula masing-masing orang diberi kemampuan untuk merekam setiap jenis suara yang berbaneka ragam itu.
Jenis perbedaan itu jika diamati dan direnungkan akan semakin banyak jumlahnya, mulai dari bentuk wajah, warna kulit, bentuk tubuh, dan apalagi pikiran dan perasaan masing-masing. Memang masing-masing orang diciptakan dalam keadaan yang berbeda-beda. Perbedaan itu kemudian tidak perlu dijadikan alasan untuk memisah dan apalagi menjauh, melainkan justru seharusnya dijadikan sebagai alasan untuk mendekat.
Islam menganjurkan agar manusia bertebaran di muka bumi, kemana saja. Maka artinya dalam perjalanan itu akan bertemu dengan berbagai jenis manusia yang beraneka ragam. Oleh karena itu jika perbedaan itu dijadikan sebab permusuhan, maka akan menjadi betapa banyaknya musuh-musuh yang ditemui karena beragamnya itu. Islam tidak mengajarkan untuk mengembang-biakkan permusuhan, melainkan sebaliknya, yaitu mengajarkan saling mengenal dan menjalin sillaturrahmi.
Islam adalah kekuatan untuk mempersatukan, dan bukan menjadikan sebab, manusia bercerai berai. Ajaran tentang zakat, infaq dan shadaqah, wakaf, hibbah, dan lain-lain adalah media untuk mempertemukan antar orang dan selanjutnya bekerjasama memenuhi kebutuhan ekonomi, sosial dan lain-lain. Demikian pula Islam mengajarkan agar memperhatikan anak yatim, orang miskin, para musafir, orang yang berhutang dan atau beban lainnya, semua itu adalah untuk mendekatkan antar orang yang berbeda.
Demikian pula Islam mempersatukan orang melalui kegiatan ritual, seperti shalat berjama'ah di masjid, dan juga haji, semua tampak mempersatukan. Ibadah haji misalnya, pada waktu yang telah ditentukan orang melakukan kegiatan thawaf, wukuf di Arafah, melempar jumrah, dan sa'i di tempat yang sama. Semua itu mempertemukan dan menyatukan antar orang yang berbeda-beda.
Dengan demikian, Islam mengajarkan tidak saja agar manusia menjadi rukun tetapi juga membangun kebersamaan dan bahkan saling tolong menolong. Islam sama sekali tidak mengajarkan agar saling menganggu dan apalagi saling membunuh. Ajaran lain yang sederhana tetapi indah ialah mengkaitkan antara menyingkirkan duri dari jalan sebagai bagian dari keimanan. Seseorang dikatakan sempurna imannya manakala mau menyingkirkan duri (halangan) dari jalan agar tidak mengganggu orang lain. Begitu pula mencintai sesama, menghormati tamu, dan sejenisnya.
Oleh karena itu sesungguhnya ber-Islam sama artinya dengan membangun dan sekaligus membina kerukunan antar ummat manusia. Sehingga, apabila dengan ber-Islam kemudian menampakkan diri sebagai orang yang keras, membahayakan, dan menakutkan, maka sebenarnya hal itu justru jauh dari misi Islam yang sebenarnya.
Islam mengajarkjan dakwah, tetapi dakwah yang dianjurkan tidak boleh dilakukan dengan cara memaksa. Sebaliknya, seruan dakwah harus dilakukan dengan kasih sayang, penuh hikmah, dan bukan dengan kekerasan. Dakwah Islam pada hakekatnya adalah menyeru kepada semua orang agar saling membangun kerukunan dan bahkan saling memberikan kasih sayang kepada siapapun. Itulah kemudian, akhir-akhir ini sering disuarakan konsep Islam rahmatan lil alamien. Wallahu a'lam.
Islam mengajarkan tentang kerukunan. Antar sesama diajarkan agar saling bertemu, mengenal atau ta'ruf. Manusia diciptakan dalam keadaan berbeda-beda, baik dari penampakan fisik, pikiran maupun jiwanya. Disebutkan bahwa manusia adalah makhluk unik. Artinya, adalah khas, atau masing-masing berbeda atas lainnya. Tidak ada dua manusia yang persis sama.
Perbedaan itu sampai pada suaranya. Masing-masing orang memiliki suara yang berbeda-beda, dan khas sifatnya. Umpama saja seseorang memiliki anak 10 jumlahnya, maka masing-masing memiliki suara berbeda-beda. Dengan perbedaan itu, maka setiap orang dapat dikenali melalui suaranya. Begitu pula masing-masing orang diberi kemampuan untuk merekam setiap jenis suara yang berbaneka ragam itu.
Jenis perbedaan itu jika diamati dan direnungkan akan semakin banyak jumlahnya, mulai dari bentuk wajah, warna kulit, bentuk tubuh, dan apalagi pikiran dan perasaan masing-masing. Memang masing-masing orang diciptakan dalam keadaan yang berbeda-beda. Perbedaan itu kemudian tidak perlu dijadikan alasan untuk memisah dan apalagi menjauh, melainkan justru seharusnya dijadikan sebagai alasan untuk mendekat.
Islam menganjurkan agar manusia bertebaran di muka bumi, kemana saja. Maka artinya dalam perjalanan itu akan bertemu dengan berbagai jenis manusia yang beraneka ragam. Oleh karena itu jika perbedaan itu dijadikan sebab permusuhan, maka akan menjadi betapa banyaknya musuh-musuh yang ditemui karena beragamnya itu. Islam tidak mengajarkan untuk mengembang-biakkan permusuhan, melainkan sebaliknya, yaitu mengajarkan saling mengenal dan menjalin sillaturrahmi.
Islam adalah kekuatan untuk mempersatukan, dan bukan menjadikan sebab, manusia bercerai berai. Ajaran tentang zakat, infaq dan shadaqah, wakaf, hibbah, dan lain-lain adalah media untuk mempertemukan antar orang dan selanjutnya bekerjasama memenuhi kebutuhan ekonomi, sosial dan lain-lain. Demikian pula Islam mengajarkan agar memperhatikan anak yatim, orang miskin, para musafir, orang yang berhutang dan atau beban lainnya, semua itu adalah untuk mendekatkan antar orang yang berbeda.
Demikian pula Islam mempersatukan orang melalui kegiatan ritual, seperti shalat berjama'ah di masjid, dan juga haji, semua tampak mempersatukan. Ibadah haji misalnya, pada waktu yang telah ditentukan orang melakukan kegiatan thawaf, wukuf di Arafah, melempar jumrah, dan sa'i di tempat yang sama. Semua itu mempertemukan dan menyatukan antar orang yang berbeda-beda.
Dengan demikian, Islam mengajarkan tidak saja agar manusia menjadi rukun tetapi juga membangun kebersamaan dan bahkan saling tolong menolong. Islam sama sekali tidak mengajarkan agar saling menganggu dan apalagi saling membunuh. Ajaran lain yang sederhana tetapi indah ialah mengkaitkan antara menyingkirkan duri dari jalan sebagai bagian dari keimanan. Seseorang dikatakan sempurna imannya manakala mau menyingkirkan duri (halangan) dari jalan agar tidak mengganggu orang lain. Begitu pula mencintai sesama, menghormati tamu, dan sejenisnya.
Oleh karena itu sesungguhnya ber-Islam sama artinya dengan membangun dan sekaligus membina kerukunan antar ummat manusia. Sehingga, apabila dengan ber-Islam kemudian menampakkan diri sebagai orang yang keras, membahayakan, dan menakutkan, maka sebenarnya hal itu justru jauh dari misi Islam yang sebenarnya.
Islam mengajarkjan dakwah, tetapi dakwah yang dianjurkan tidak boleh dilakukan dengan cara memaksa. Sebaliknya, seruan dakwah harus dilakukan dengan kasih sayang, penuh hikmah, dan bukan dengan kekerasan. Dakwah Islam pada hakekatnya adalah menyeru kepada semua orang agar saling membangun kerukunan dan bahkan saling memberikan kasih sayang kepada siapapun. Itulah kemudian, akhir-akhir ini sering disuarakan konsep Islam rahmatan lil alamien. Wallahu a'lam.
Jumat, 21 Januari 2011
8 Kebohongan Ibu pada Anaknya
Posted by Pelajar Pagu
8:15 PM, under Renungan
| No comments
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia. Rekan dan rekanita sekalian kita simak kisah ini secara seksama, agar kita mendapatkan yang sangat berharga dalam kisah dibawah ini.





